Nama pasar : Pasar Butta Salewangan Maros Alamat. : Unnamed Road, Pettuadae, Kec. Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan 90516 Data kunjungan : "Daftar harga dairy produk di pasar Butta Salewangan Maros " NO. ITEM QUANTITY UNIT PRICE 1 Sagu 1 Kg 20.000 2 Ayam 1 Kg 23.000 3 Udang 500 g 13.000 4 Daging Kambing 1 Kg 30.000 5 Kopi 1 Kg 15.000 6 Tahu 1 Kg 10.000 7 Tempe 1 Bks 5.000 8 Terigu 1 Kg 8.000 9 Sirup Marjan 1 Botol 13.000 10 Saos Sambal 1 Botol 7.000 11 Tauge 1 Kg 10.000 12 Merica 1 Bks 5.000 13 Kunyit Bubuk 300 g 9.000 14 Telur 1 Rak 42.000 15 Bihun 1 BKs 13.000 16 Mie Besar 1 Bks 15.000 17 Royko 1 Kg 11.000 18 Daun Pisang 1 Kg 7.000 1...
1.
Lada / Merica
Tanaman lada (Piper nigrum Linn) berasal dari
daerah Ghat Barat, India. Demikian juga, tanaman lada yang sekarang
banyak ditanam di Indonesia ada kemungkinan berasal dari India. Sebab pada
tahun 110 SM – 600 SM banyak koloni Hindu yang datang ke Jawa. Mereka itulah
yang diperkirakan membawa bibit lada ke Jawa. Pada abad XVI, tanaman lada di
Indonesia baru
diusahakan secara kecil-kecilan (Jawa). Tetapi pada abad XVIII, tanaman tersebut telah diusahakan secara besarbesaran (Anonim, 1980).
diusahakan secara kecil-kecilan (Jawa). Tetapi pada abad XVIII, tanaman tersebut telah diusahakan secara besarbesaran (Anonim, 1980).
Lada adalah termasuk salah satu jenis tanaman yang
telah lama diusahakan. Dan hasilnya pun telah lama pula diperdagangkan
dipasaran Eropa. Sehingga perdagangan lada di Indonesia akhirnya dikenal di
seluruh penjuru dunia. Lada yang dipasarkan ke Eropa tersebut dibawa para pedagang
lewat pusatpusat perdagangan seperti Persia dan Arabia, Timur tengah dan Mesir.
Di muka telah diutarakan, bahwa tanaman lada telah lama diusahakan. Hal ini
bisa dibuktikan, bahwa semenjak tahun 372 SM, orang Yunani telah mengenal 2
jenis lada, yakni lada hitam dan lada panjang atau cabe. Pada tahun 1290 telah
diadakan pula hubungan dagang lada antara Jawa dan Cina.
Laju perdagangan lada Indonesia ini lebih pesat
lagi, setelah Colombus pada 1492 bisa menemukan India Barat, di Kepulauan Timur
yang banyak rempah-rempahnya. Dana kemudian disusul Vasco da Gama yang
menemukan jalan baru, lewat ujung Afrika pada tahun 1498 (Anonim, 1980).
Pada abad pertengahan, lada merupakan raja
perdagangan dan merupakan rempah-rempah yang maha penting dan berharga pada waktu
itu. Bahkan bagi kerajaan Genua dan Venesia, lada menjadi sumber kekayaan,
sebagai halnya minyak tanah di Indonesia dewasa ini. Karena pada waktu itu lada
dianggap sangat berharga sehingga pada abad XIV dan XV, di Jerman lada tersebut
dipergunakan sebagai nilai tukar seperti halnya uang. Lada juga dipergunakan
untuk membayar gaji pegawai, pajak dan lain sebagainya (Anonim, 1980). by : Lia
Nandha
2. Bawang Putih
Bawang putih (Allium sativum)
adalah tanaman dari genus Allium yang umbinya banyak digunakan sebagai bumbu
untuk memasak dan jamu. Memiliki sejarah penggunaan manusia selama lebih dari
7.000 tahun, terutama tumbuh di Asia Tengah, dan telah lama menjadi bahan
makanan di daerah sekitar Mediterania, serta rempah-rempah umum di Asia, Afrika
dan Eropa. Dikenal dalam catatan Mesir kuno, itu digunakan baik sebagai
campuran masakan dan obat-obatan. Umbi dari tanaman bawang putih adalah bahan
utama untuk bahan dasar masakan Indonesia. Bawang mentah penuh dengan senyawa
belerang, termasuk bahan kimia yang disebut alliin yang membuat bawang putih
mentah terasa pahit (wikipedia).
Sejarah dan Penyebaran Bawang Putih
Bawang putih telah lama menjadi
bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai peradaban dunia. Namun belum
diketahui secara pasti sejak kapan tanaman ini mulai dimanfaatkan dan
dibudidayakan. Penggunaan awal bawang putih diperkirakan berasal dari Asia Tengah.
Ini berdasarkan temuan rekam medis sekitar 5000 tahun yang lalu (3000 SM). Dari
Asia Tengah kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sehingga
untuk orang Indonesia bawang putih adalah tanaman introduksi (Santoso, 2000).
Orang Sumeria telah mengenal bawang putih untuk pengobatan, sekitar 2600-2100 SM. Sedangkan orang Mesir Kuno, dalam Codex Ebers (1550 SM), tahu bawang putih sebagai bahan ramuan untuk menjaga stamina para pekerja dan olahragawan. Orang Yahudi Kuno belajar penggunaan bawang putih dari Mesir dan menyebarkannya ke jazirah Arab. Penduduk Romawi diketahui telah mengkonsumsi bawang putih untuk waktu yang lama, terutama tentara dan budak. Orang Cina dan Korea terbiasa menggunakan bawang putih sebagai obat dan pengusir roh jahat (Banerjee dan Maulik, 2002; Yarnell, 1999). Orang Mesir, Yunani, dan Romawi Kuno sangat memuji dan menggunakan bawang putih.
Orang Sumeria telah mengenal bawang putih untuk pengobatan, sekitar 2600-2100 SM. Sedangkan orang Mesir Kuno, dalam Codex Ebers (1550 SM), tahu bawang putih sebagai bahan ramuan untuk menjaga stamina para pekerja dan olahragawan. Orang Yahudi Kuno belajar penggunaan bawang putih dari Mesir dan menyebarkannya ke jazirah Arab. Penduduk Romawi diketahui telah mengkonsumsi bawang putih untuk waktu yang lama, terutama tentara dan budak. Orang Cina dan Korea terbiasa menggunakan bawang putih sebagai obat dan pengusir roh jahat (Banerjee dan Maulik, 2002; Yarnell, 1999). Orang Mesir, Yunani, dan Romawi Kuno sangat memuji dan menggunakan bawang putih.
Asal Muasal Bawang putuih
Darimana tanaman bawang putih berasal? Tidak diketahui dengan pasti asal usul tanaman umbi yang menyengat ini. Menurut Ibu M. Grieve dalam bukunya yang berjudul "A Modem Herbal" mengatakan bahwa bawang putih ditemukan dari belahan dunia di utara dan selatan Siberia dan kemudian berkembang ke selatan negara-negara Eropa, tumbuh liar di Sisilia. Ibu M. Grieve menambahkan bahwa bawang putih sekarang tumbuh secara luas di negara-negara di seluruh dunia. Bawang putih (Allium Sativum) telah dimasukkan dalam buku sejarah Cina sebelumnya sekitar 2000 SM. Selain itu ia juga disebutkan dalam sebagian besar karya sastra seperti Shakespeare, Chancer dan Danten. Bawang putih pada zaman kuno dikaitkan dengan objek mistis dalam keyakinan agama tertentu, tetapi itu lenyap seiring perkembangan jaman. Sekarang bawang putih dipercaya sebagai penangkal berbagai jenis penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, peradangan, panu dan sebagainya.
Bawang putih adalah komoditas pertanian yang sangat dibutuhkan oleh penduduk di dunia, terutama digunakan sebagai penambah penyedap atau aroma dari beberapa jenis makanan. Ini umbi berbau tajam juga digunakan dalam bentuk olahan, seperti acar, tepung dan makanan kaleng. Hanya sebagian kecil yang diolah dalam bentuk minyak bawang putih (Ir. Hieronymus Budi Susanto, minyak Bawang Putih di dataran rendah, 1987: 11). Tanaman bawang putih (allium sativum) adalah salah satu jenis tanaman umbi sayuran tahunan yang tumbuh hingga ketinggian 41-84 cm, tergantung varietasnya. Dalam varietas dataran tinggi, bawang putih tumbuh hingga 60 cm (Ir. Bambang Cahyono, Bawang Putih, 1994: 9).
Morfologi dan Ekologi Bawang putih
Bawang putih termasuk dalam keluarga Liliaceae (Becker dan Bakhuizen van den Brink, 1963). Tanaman ini memiliki beberapa nama lokal, yaitu, white dason (Minangkabau), bawang bodas (Sunda), bawang merah (Jawa Tengah), bhabang poote (Madura), kasuna (Bali), lasuna mawura (Minahasa), membawa badudo (Ternate), dan membawa fiufer (Irian Jaya) (Santoso, 2000; Heyne, 1987). Bawang putih adalah tanaman herbal orang tua yang membentuk lapisan bohlam. Tumbuhan ini tumbuh di rumpun dan tingginya mencapai 30-75 cm. Batang yang muncul di atas permukaan tanah adalah pseudostrils yang terdiri dari pelepah daun. Sementara batang yang sebenarnya ada di tanah. Dari pangkal batang tumbuh banyak serabut kecil dengan panjang kurang dari 10 cm. Akar yang tumbuh di batang utama masih belum sempurna, berfungsi sebagai alat pengisap makanan (Santoso, 2000).
Bawang putih membentuk lapisan umbi putih. Umbi terdiri dari 8-20 siung (anak bawang). Antara cengkih dengan satu sama lain dipisahkan oleh kulit tipis dan tanah liat, dan membentuk kesatuan yang kuat dan kuat. Di dalam cengkeh ada sebuah lembaga yang dapat tumbuh melalui cengkeh menjadi tunas baru, serta daging tanaman Institusi yang berfungsi sebagai pelindung sekaligus gudang persediaan makanan. Dasar bohlam pada dasarnya adalah batang utama yang mengalami rudimentasi (Santoso, 2000; Zhang, 1999). Munculnya daun bawang berbentuk pita bisa mencapai panjang 30-60 cm dan lebar 1-2,5 cm. Jumlah daun adalah 7-10 helai setiap tanaman. Pelepah daun panjang, adalah satu unit yang membentuk batang palsu. Bunga adalah bunga majemuk bulat; membentuk perbungaan payung dengan diameter 4-9 cm. Perhiasan bunga dalam bentuk tenda bunga dengan 6 kepala bulat telur. Benang sari adalah 6, dengan panjang filamen 4-5 mm, bertumpu pada pangkal perhiasan bunga. Ovarium superior, terdiri dari 3 kamar. Buah kecil dalam bentuk kapsul loculicidal (Becker dan Bakhuizen van den Brink, 1963; Zhang, 1999). Bawang putih umumnya tumbuh di dataran tinggi, tetapi varietas tertentu dapat tumbuh di dataran rendah. Tanah bertekstur dengan tanah liat berpasir atau lempung berdebu dengan pH netral menjadi media tumbuh yang baik. Tanah tanaman ini tidak boleh banjir. Suhu yang cocok untuk budidaya di dataran tinggi berkisar dari 20-25OC dengan curah hujan sekitar 1.200-2.400 mm per tahun, sedangkan suhu untuk dataran rendah berkisar 27-30OC (Santoso, 2000).
3. Daun Seledri
Selain
dimanfaatkan sebagai penyedap masakan, seledri juga dimanfaatkan untuk
mengobati berbagai macam penyakit. Di antaranya, hipertensi, rematik, dan sakit
panas.
Tumbuhan
yang memiliki nama ilmiah Celery Ap Grafeolens ini juga memiliki kontribusi
besar bagi dunia kecantikan. Daunnya biasa digunakan untuk menyuburkan dan
menjaga kesehatan rambut. Secara medis, seledri memiliki kandungan gizi dan
vitamin yang sangat penting untuk konsumsi sehari-hari. Ingin tahu lebih
lanjut?
Pada
zaman Romawi kuno, tanaman seledri dijadikan sebagai karangan bunga atau?
penghias pusara orang yang telah meninggal. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan,
sekira tahun 1640-an, para ahli botani menyatakan bahwa daun seledri dapat
dimanfaatkan sebagai sayuran.
Tanaman
ini baru diakui sebagai tumbuhan berkhasiat obat secara ilmiah pada tahun 1942.
Tanaman ini diyakini mengandung vitamin A, C dan B1. Selain itu, seledri juga
mengandung banyak mineral seperti, sodium, klorin, potasium (kalium) dan
magnesium.
Tanaman seledri
Tingginya
kadar sodium dalam seledri sangat berguna untuk menjaga vitalitas tubuh.
Masyarakat pedesaan memnfaatkan seledri untuk menyembuhkan sakit panas pada
anak-anak dengan cara menumbuk dan membalurkannya.
Sementara
hasil perasan daun seledri dapat digunakan untuk menghitamkan rambut. Seledri
juga diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti, diare, diabetes,
epilepsi, migran, buang air kecil yang mengandung darah, mencegah stroke,
memperbaiki fungsi hormon, serta membersihkan darah. Jus seledri dari seledri
berdaun besar bisa meningkatkan kecerdasan, mengatasi herpes, dan gondok.
Tumbuhan
herbal bernama seledri ini berasal dari daerah subtrotip Eropa dan Asia. Nama
ilmiahnya adalah Celery Apium gravoelens, Linn. Tumbuhan di dataran tinggi pada
ketinggian di atas 900 m dari permukaan laut.
Di
daerah ini, seledri tumbuh dengan tangkai dan daun yang tebal. Tanaman seledri
memiliki tinggi 25-100 cm. Batang bersegi dan beralur membujur. Memiliki bunga
yang banyak dengan ukuran yang kecil. Bunga-bunga tersebut berwarna putih
kehijauan. Seledri digolongkan sebagai tumbuhan sayur-mayur.
Tanaman
seledri juga dapat dibudidayakan di segala tempat, baik di dataran rendah
maupun dataran tinggi. Berkembang dengan baik di tempat yang lembab dan subur.
Dapat dibudidayakan dengan biji atau dengan memindahkan anak rumpunnya ke dalam
pot. Daun-daunnya digunakan sebagai penambah aroma/rasa pada masakan. Seledri
juga bisa dijadikan sebagai sayuran atau sebagai salad.
Seledri
dibagi menjadi tiga jenis, yaitu seledri daun, seledri potongan, dan seledri
berumbu. Umumnya, seledri dipanen setelah beumur 6 pekan. Tangkai daun yang
agak tua dipotong 1 cm di atas pangkal daun. Daun muda dibiarkan tumbuh untuk
dipanen kemudian.
Tangkai
daun yang berdaging dan berair dapat dimakan mentah sebagai lalap. Sedangkan
daunnya bisa digunakan untuk penyedap sup. Seledri yang tumbuh di daerah tropis
memiliki ukuran batang yang kurang besar sehingga seluruh bagian tanaman
digunakan sebagai sayur.
Perlu
Anda ketahui, setiap 100 gr seledri memiliki: Kalori sebanyak 20 kkal, protein
1 gram, lemak 0,1 gram, hidrat arang 4,6 gram, kalsium 50 mg, fosfor 40 mg,
besi 1 mg, vitamin A 130 S1, vitamin B1 0,03 mg, dan vitamin C 11 mg.
Daun
seledri banyak mengandung Apiin dan substansi diuretik yang bermanfaat untuk
menambah jumlah air kencing. Akar seledri berkhasiat memacu enzim pencernaan
dan peluruh kencing (diuretik). Sedangkan buah dan bijinya sebagai pereda
kejang (antipasmodik), menurukan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh
kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif), afrodisak dan penenang
(sedatif).
Ditegaskan
dr Mieristika Rooselani dari DuraSkin, seledri memiliki kandungan gizi yang
tinggi. “Kalau ngomongin seledri banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan dan
kecantikan. Tanaman ini mengandung zat gizi dan fitonoutrien.
Komentar
Posting Komentar